Rabu, 19 September 2012

Pengertian Gempa Bumi Tektonik

Gempa bumi tektonik adalah jenis gempa yang paling sering mengguncang Indonesia. Gempa tektonik ini disebabkan oleh adanya pergeseran lempengan-lempengan kulit bumi, dimana lempengan ini bergerak secara terus-menerus. Pergerakan lempengan kulit bumi inilah pada saat tertentu antarlempengan tersebut terjadi tabrakan, patahan, atau gesekan. Para ahli mengatakan bahwa gempa tektonik ini sebenarnya terjadi setiap saat. Hanya saja skalanya tidak dirasakan langsung oleh manusia. Pergeseran lempengan dan arah gesernya bermacam-macam. Ada yang ke arah vertikal, arah horizontal, resultan dari vertikal dan horisontal atau kombinasi dari keduanya. Berikut ini merupakan Contoh Gempa Tektonik Banyak contoh gempa tektonik yang telah terjadi di bumi Indonesia. Gempa Bengkulu tahun 1979 dan tahun 2000, gempa bumi dan tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004, gempa Sumatra pada 28 Maret 2005, gempa Yogyakarta 27 Mei 2006, gempa Mentawai 25 Oktober 2010 dan gempa padang 3 Desember 2010. Hal ini disebabkan karena letak Indonesia yang berada di antara tiga lempeng utama dunia. Tiga lempeng dunia itu adalah lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Australia. Ditambah, Indonesia berada di posisi ring of fire. Hal inilah yang menjadikan Indonesia sering sekali merasakan bencana alam yang berupa gempa bumi dan letusan gunung berapi. Akibat yang timbul dari gempa tektonik ini jauh lebih dahsyat dibanding gempa vulkanik. Gempa tektonik banyak menghilangkan nyawa manusia. Jumlah yang tewas dan hilang mencapai ribuan manusia. Rumah, gedung, jalan, pohon, kendaraan, dan semua yang ada di atas permukaan bumi menjadi porak poranda. Yang tersisa hanyalah puing-puing kehancuran sarana dan prasarana kehidupan manusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar